Artini 2 Cottages Ubud: Penginapan Bernuansa Tradisional Bali

Setelah menikmati kenyamanan resor yang mewah di Nusa Dua, perjalanan kami selanjutnya ke Ubud sengaja dihabiskan di penginapan yang sederhana dan bernuansa tradisional Bali. Kami memilih Artini 2 Cottages yang berlokasi di dekat pusat kota Ubud dan menginap di sana selama 6 malam.

Awalnya kami membawa kereta dorong untuk membawa Hatta bepergian namun sayangnya tidak bisa dipakai di area hotel dikarenakan banyaknya tangga sejak dari pintu masuk kompleks penginapan hingga ke kamar. Sebenarnya kawasan Ubud sendiri tidak cocok untuk bepergian menggunakan stroller dikarenakan kondisi trotoarnya yang buruk dan sempit. Pada akhirnya kami memutuskan untuk menyewa gendongan anak untuk memudahkan mobilitas kami di seputaran hotel dan Ubud.

Lokasi kamar kami yang terletak di lantai dua, menghadap sawah dan memberikan suasana alam yang cukup asri. Setiap hari kami disuguhi suara alam yang menenangkan seperti suara aliran air, burung, jangkrik, dan tokek. Namun kami sempat juga mengalami beberapa gangguan dari lingkungan sekitar seperti asap bakaran sampah dari sawah di seberang kamar, serta asap dari fogging nyamuk.

Kebun di sekitar penginapan juga terawat dengan baik dan menjadi tempat bermain favorit Hatta setiap pagi dan sorenya. Hatta terkesan dengan banyaknya patung-patung hewan seperti komodo dan monyet yang tersebar di seluruh penjuru taman.

Setiap paginya saya dan Hatta menyaksikan ritual petugas cottage meletakkan sesajen di pojok-pojok taman, di depan kamar-kamar, di patung-patung dan kolam air mancur. Aroma dupa yang khas menyebar ke mana-mana dan Hatta pun penasaran meneliti isi sesajen yang diletakkan di depan kamarnya.

Para karyawan Artini 2 sangat ramah, khususnya terhadap Hatta–beberapa diantaranya bahkan menawarkan untuk mengajaknya main supaya orang tuanya bisa sarapan dengan tenang. Hal ini cukup membantu kami, berhubung pihak restoran tidak menyediakan baby chair untuk tempat duduk anak makan. Layanan antar makanan ke kamar juga cepat, dan permintaan-permintaan kami yang lainnya pada umumnya selalu dipenuhi dengan baik.

Kamar kami juga terbilang cukup nyaman. Pintu masuk ke dalam kamar dibuat agak tinggi sehingga Hatta harus memanjatnya sedikit, namun tidak menjadi masalah. Sebagai orangtua kami memang harus ekstra waspada mengawasi Hatta khususnya di area balkon dan tangga turun. Lemari meja di samping tempat tidur juga menjadi sasaran panjat Hatta, sehingga lampu baca dan kabel colokan listriknya perlu diamankan.

(Tulisan ini merupakan saduran dari review saya di TripAdvisor.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s