Museum Pasifika Nusa Dua: Pameran Kesenian Bali dan Pasifik

Menghabiskan waktu bersama si kecil ketika berada di Nusa Dua Bali tidak harus selalu dilakukan di penginapan, pantai, ataupun pusat perbelanjaan. Museum Pasifika bisa menjadi alternatif yang adem di siang hari yang terik, sekaligus oase bagi orangtua yang ingin memperkenalkan kesenian Bali dan kawasan Pasifik bagi buah hatinya.

Terletak di dalam kompleks BTDC, Museum Pasifika memiliki akses yang dekat dari pintu keluar Sogo di kawasan pertokoan Bali Collection. Dengan tiket masuk seharga Rp70.000, museum yang dimiliki oleh pemodal Perancis dan Indonesia ini menampilkan karya-karya seni asli yang terawat dengan baik (pencahayaan dan sirkulasi udara yang bagus), disertai informasi yang sangat lengkap mengenai latar belakang seniman-seniman yang karyanya ditampilkan, asal-usul tiap benda seni, dll. Pengkategorisasian tiap karya seni juga dilakukan berdasarkan latar belakang tiap seniman (seniman asal Amerika, asal Jerman, asal Perancis, dll.) sehingga bisa terlihat karakter lukisan yang berbeda-beda antar tiap bangsa.

Pasifika Museum
Pameran lukisan Bali di Museum Pasifika (foto diambil dari http://www.kompasiana.com/gapey-sandy/museum-pasifika-di-bali-lebih-dari-sekadar-wisata-edukasi

Walaupun dinamakan Museum Pasifika, koleksi karya seni di museum ini lebih Bali-sentris (lebih dari 50% koleksinya merupakan benda seni yang terinspirasi oleh kawasan Bali), sedangkan benda-benda seni dari daerah lainnya di kawasan Asia-Pasifik cenderung sedikit.

museum-pasifika-nusa-dua-bali_20150619_160042
Halaman dalam Museum Pasifika (Foto diambil dari http://bali.tribunnews.com/2015/06/19/museum-pasifika-koleksi-700-lukisan-dan-400-patung-karya-200-seniman)

Si kecil bisa menikmati aneka karya seni lukis dan patung di dalam ruangan ber-AC yang sejuk, atau berlari-larian di halaman tengah museum yang luas. Di dalam museum terdapat kafe yang menjual makanan dan minuman–lokasi yang cocok bagi orangtua untuk beristirahat sembari mengawasi si buah hati bermain di halaman. Ketika berkunjung ke kafe museum, belum tersedia baby chair untuk anak makan. Namun fasilitas museum cukup memadai untuk diakses menggunakan kereta dorong bayi ataupun kursi roda.

(Tulisan ini merupakan saduran dari review saya di TripAdvisor.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s