Perjalanan dengan anak kecil: mungkinkah?

Hobiku memang jalan-jalan. Sejak dulu.

Ketika masih masih balita, aku sering diajak orangtuaku roadtrip naik mobil, berpetualang naik gunung, berarung jeram, hingga menonton Ayah latihan paralayang. Saat duduk di bangku SMP, oleh Ibu aku dipercaya untuk merencanakan sendiri perjalanan kami keliling Tasmania selama 10 hari.

Semasa kuliah aku bergabung dengan kelompok pencinta alam dan bersama teman-temanku sempat menjajal sembilan puncak gunung di pulau Jawa dalam kurun waktu satu tahun. Aktivitas telusur gua dan menyelam juga sempat kuakrabi.

Selepas kuliah, mulai bermunculan komunitas-komunitas backpacker yang sering mengadakan open trip jalan-jalan bersama ke lokasi-lokasi wisata menarik di seluruh nusantara. Aku sempat ikutan beberapa trip tersebut, dan juga mengatur sendiri perjalanan bersama rekan-rekan kantor ke Karimun Jawa.

Menikah lalu lanjut kuliah S2, aku dan suamiku, Ray berkali-kali melakukan road trip keliling negeri kangguru, baik bersama teman-teman maupun berdua saja.

Lalu kami pun mempunyai anak. Hatta. Diikuti adiknya, Sjahrir, dua tahun kemudian.

Kehadiran dua buah hati ini mengubah total kebiasaan jalan-jalan kami. Ada masanya ketika aku berpikir bahwa hobi jalan-jalanku selesai sudah dengan adanya anak-anak kecil, karena repot membawa bocah bepergian. Bawaannya banyak. Jadwal makan dan istirahat harus teratur. Dan berbagai macam alasan lainnya.

Tapi dengan semakin besarnya si sulung, aku menjadi lebih percaya diri bepergian dengannya, baik berdua saja atau bertiga dengan Ray. Lama-lama dapat feel-nya juga jalan-jalan dengan bocah.

Hingga akhirnya kami berempat memutuskan untuk melakukan perjalanan dadakan naik mobil dari Bogor ke Solo selama satu minggu. Perjalanan perdana bersama dua batita, yang ternyata tidak sesulit yang kami sangka.

Sejak itu kami malah ketagihan jalan bersama-sama, dan mulai merencanakan perjalanan-perjalanan berikutnya.

Kisah-kisah perjalanan yang penuh warna itulah yang akan kubagi di sini. Menjawab pertanyaanku sebelumnya yang sempat meragukan kemungkinan jalan asyik membawa anak kecil. Ternyata bisa!

Iklan

2 Comments Add yours

  1. tesyasblog berkata:

    Mba, jika berkenan, blog nya aku masukin ke list Indonesian Family Travel Blogger di blog ku, bolehkah? Kalau boleh tlg komentar di link ini ya: http://www.tesyaskinderen.com/p/indonesian-familiy-travel-bloggers.html

    Makasih 🙂

    Suka

    1. Mel Allira berkata:

      Mau Mbak! Terimakasih ya 🙂 Nanti aku komentar di link itu

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s